20 November 2012

Konyol, 2000 Orang Buang Sampah di Ranu Kumbolo!


Wah judul saya agak lebay ya. Hehe.. Trending topic di beberapa komunitas pendakian, pecinta alam, dan sejenisnya seminggu ini adalah membludaknya jumlah pendaki yang mendatangi Ranu Kumbolo, sebuah danau di ketinggian 2400 mdpl di Gunung Semeru. Mulai dari fesbuk, twitter, milist, bahkan obrolan perseorangan pun membahas kekacauan itu. Gunung yang katanya hanya berkapasitas 600-800 pendaki perhari itu kemarin didatangi sekitar 2000 pendaki dari seluruh penjuru negeri. Ngeri!
Antri
foto taken by Khoirul Anam, Pekalongan
Tahukah Anda jika 1600 orang dari 2000 pendaki tersebut adalah peserta jambore Avtech (merek peralatan outdoor) dengan bintang tamu teteh Riyanni Djangkaru? Sedangkan sisanya adalah pendaki-pendaki independen yang datang dalam kelompok-kelompok kecil. Mungkin jumlah wisatawan minat khusus (baca: mendaki gunung) di negeri ini sudah semakin banyak. Setiap ada liburan walaupun cuma sehari pasti kaki-kaki pendaki sudah gatal untuk mendatangi gunung ini itu, apalagi ini empat hari, pasti berbondong-bondong pergi mendaki. Teteh RD sang artisnya JP pasti juga menjadi magnet untuk mendatangkan pendaki-pendaki.
Saya bukan orang yang anti jambore di gunung ataupun pendakian massal. Tapi ketika saya tahu bahwa peserta jambore di atas 1000 orang otomatis saya kaget. Apakah tidak ada pembatasan peserta? Bukankah panitia akan sangat repot bila peserta jambore terlalu banyak. Pastilah akan ada hal-hal yang tidak terurus. Di sisi lain, etika terhadap lingkungan juga perlu dicermati. Bayangkan bila setiap satu orang per tiga hari menyisakan 0,5 kg sampah, maka akan ada 800 kg sampah dari 1600 pendaki. Apakah semua itu dibawa turun? Pastinya ada yang curang dengan mengubur atau membakarnya di atas sana. Huh! Pun saya khawatir kepada orang-orang yang suka BAB sembarangan tanpa dikubur lagi. Katakanlah siklus BAB per orang adalah 2 hari sekali, dan setengah saja dari mereka yang tetap BAB di gunung, berarti akan ada 800 ranjau yang tersebar tidak beraturan, entah dikubur atau tidak. Hoekss…. (pengen muntah). Di bawah ini adalah foto penampakan sampahnya. Miris, katanya ada acara bersih gunung, nyatanya malah mengotori gunung.
Bawa sampahmu pulang nak...
foto dari fb denaliadventure Sby

Ada yang ketinggalan mas bro
foto dari bang Oceph via group JP

Tendamu terlalu dekat dg sumber air
foto dari Joe Item via group JP

Saya bukannya menyalahkan Avtech, tapi mengkritik. Jangan hanya karena mengejar keuntungan rupiah, tapi kelestarian lingkungan diabaikan. Membawa 1600 pendaki ke Ranukumbolo adalah hal konyol, setidaknya itu menurut saya. Ini saran saja, lain kali batasilah jumlah peserta dalam kegiatan, pertimbangkanlah baik buruknya, dan sesuaikan dengan tempatnya. Dan pastikan bahwa acara bersih gunung memang benar-benar untuk bersih gunung. Selain hal itu (kebersihan dan ekosistem) saya tidak terlalu memikirkannya. Saya hanya khawatir terhadap Ranu Kumbolo yang indah tapi tercemar. Tapi saya mengucapkan terima kasih karena Avtech sudah mau bertanggung jawab untuk membersihkan Ranu Kumbolo.
Sebenarnya saya tidak hanya kecewa kepada Avtech tapi juga kepada pengelola wisata pendakian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Saya dengar ada aturan yang memuat pembatasan jumlah pendaki dalam kawasan Semeru. Nyatanya, ribuan orang tetap bisa masuk. Bagaimana bisa pihak TNBTS  mengizinkan pelaksanaan jambore yang dihadiri lebih dari 1500 orang? Ini keterlaluan. Pantas saja, jika banyak gabungan pecinta alam yang memprotes hal ini dan menyangkutpautkannya dengan uang. Entahah, saya tak tahu pasti. Mereka para pecinta lingkungan tidak bisa membayangkan dampak buruk pasca jambore nanti. Yah, untung saja sekarang pendakian Semeru benar-benar sudah ditutup untuk pemulihan ekosistem. Saya rasa ini keputusan yang sangat bijaksana. Dan semoga hal ini dijadikan pelajaran oleh pihak TNBTS agar tidak terulang lagi di kemudian hari.
Sekarang giliran saya menyoroti para pendaki independen. Memang mereka tidak salah bila ingin mendaki Semeru di saat liburan. Tapi, ngotot ikut naik meskipun sudah tahu di atas sudah ada ribuan pendaki itu saya sebut tidak peduli. Toh, berita membludaknya peserta jambore sudah terdengar beberapa hari sebelum hari libur tiba. Tapi saya maklum, bahwa kesalahan terbesar tidak terletak pada kalian. Saya hanya berharap setiap pendaki yang mendaki gunung (gunung manapun) harus membawa sampahnya pulang.
Semoga dengan adanya permasalahan ini, setiap pihak dapat berintrospeksi, dan pihak lain yang tidak terlibat ini bisa menjadikannya contoh agar jangan sampai terulang lagi. Mari berbenah dan mendaki dengan rendah hati. Di bawah ini adalah press release dari Avtech yang saya dapat dari sini. Saya harap teman-teman bersabar menunggu evaluasi dari mereka. Jangan lagi teman-teman merasa benar dan mengumbar caci maki di berbagai jejaring sosial. Sekali lagi, mari jadikan ini pelajaran.


Press Release "Jambore Pencinta alam dan Pendakian Massal Gunung Semeru"

Salam Lestari,
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, kami dari manajemen Avtech telah melaksanakan acara Aksi Bersih, Jambore Pencinta alam dan Pendakian Massal Gunung Semeru pada tanggal 15-18 November 2012.
Kami sampaikan terima kasih yang tulus kepada para peserta, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pihak Kepolisian Tumpang dan Senduro, panitia dari Malang, organisasi Kelompok Pencinta Alam se-Malang, Muspida Desa Tumpang, paguyuban jeep, para porter, masyarakat Tumpang dan Ranu Pani, dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini. Kami sadari tanpa bantuan dari pihak-pihak terkait di atas, acara ini mustahil akan terlaksana.
Saat acara berlangsung, kami sadar terdapat beberapa kekurangan yang langsung kami lakukan tindakan antisipasi, namun ada beberapa kekurangan yang luput dari perhatian kami. Atas hal ini kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Dengan tangan terbuka kami terima semua keluhan, masukan maupun kritik.
Pasca pelaksanaan acara ini kami bersama panitia kelompok pecinta alam Malang dan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah melakukan evaluasi dan koordinasi serta melakukan penanganan langsung masalah kebersihan dan pemulihan ekosistem.
Kami mohon kepada para peserta, para pemerhati lingkungan, organisasi pencinta alam, dan semua pihak yang berkepentingan, agar bersabar untuk penjelasan selanjutnya setelah evaluasi dan koordinasi ini.

Jabat Erat,
AVTECH

#SaveSemeru #SaveEarth #GunungBukanTempatSampah

NOTE: Bagi siapapun yang ingin meluruskan atau menceritakan bagaimana kronologinya silakan ditulis di kolom komentar. Kami semua akan sangat senang bila ada yang mau berbagi informasi yang benar dan berimbang. Di sini kami tidak ada niatan untuk menghakimi siapapun karena hal yang lebih baik adalah mengambil pelajaran dari ini semua. Nasi sudah menjadi bubur, tinggal bagaimana kita membat agar bubur itu terasa nikmat. Salam.

92 komentar:

  1. terima kasih yang sedalam dalam nya atas tulisannya mbak...
    saya harap blog ini di baca oleh Pihak Avtech sehingga mereka berfikir lebih dalam jika mau mengadakan acara seperti ini.
    Saya secara pribadi mengetahui beberapa hal secara detail tetang kronologi terjadinya ledakan pendaki di Semeru sewaktu kegiatan Avtech 2012.
    Ada beberapa hal yang ingin saya kalrifikasi :
    (1) Sampai detik ini (21 November 2012 pukul 13.56) Avtech belum membersihkan sisa sisa kegiatan di sepanjang jalur pendakian Semeru.
    (2) Sampai dengan tanggal 13 November 2012, pihak AVTECH secara resmi berdasarkan proposal hanya meminta kuota 600 orang untuk melakukan pendakian, padahal jumlah peserta yang sudah mendaftar secara resmi mencapai 1693 orang, sampai dengan berakhirnya kegiatan proposal tersebut belum di revisi dan belum memberi surat permintaan penambahan peserta secara resmi.
    (3) Pada tanggal 13 November 2012 Pihak TN. BTS hanya mengijinkan AVTECH untuk melakukan kegiatan dengan jumlah peserta sesuai proposal resmi(600 orang)dan menutup pendakian bagi selain peserta AVTECH untuk mmbatasi jumlah pendaki dan AVTECH meminta waktu sampai dengan tanggal 14 November 2012 pagi untuk memberikan kepputusan.
    (4) Pada tanggal 14 November 2012 kantor TN. BTS di Tumpang di datangi perwakilan (?) Paguyuban Jeep sebnyak 40 orang yang protes keras dengan adanya kuota pendakian sebanyak 600 orang (belakangan diketahui pihak Jeep sudah menerima DP dari pendaki reguler dan Avtech, protes ini cukup keras sehingga petugas TN. BTS merasa terancam keselamatannya.
    (5) Pada tanggal 14 November 2012 jumlah pendaki yang sudah ada di Tumpang mencapai 1500 orang dan berpotensi terjadi kekacauan (chaos) dari pendaki yang marah dengan adanya kuota sebanyak 600 orang (satu hal yang harus dipahami semua pihak dan dicatat pihak AVTECH, pendaki reguler yang mendaki selain Avtech datang karena adanya magnet kegiatan AVTECH (Riyanni, Medina Kamil dan Herman Lantang)-Come on, lebih murah mendaki sendiri daripada harus bayar 200 rb ke AVTECH dengan kemungkinan sama mengikuti acara di RAnu KUmbolo..
    (6) perwakilan TN. BTS di desak (seluruh pihak/massa) untuk membatalkan kuota dan pembatasan pendakian.
    (7) Massa tidak dapat dibendung, kuota akhirnya dibatalkan, ijin untuk 1000 orang peserta AVTECH dikeluarkan pada tanggal 14 November 2012, sore hari, tidak ada transaksi keuangan apapun dengan pihak TN.BTS, pertimbangan diambil untuk mengantisipasi suasana rusuh, dan protes terutama oleh pendaki dari luar Jawa yang sudah terlanjur berada di Tumpang.(cattan pribadi saya,
    (8) Tanggal 16 November 2012 jumlah pendaki Semeru mencapai 2600 orang.
    (9) Tanggal 17 November 2012, pihak Avtech (Yudi) diminta oleh TN. BTS untuk bertanggung jawab paska kegiatan berlangsung, Avtech menyanggupi.
    (10)Banyak pihak berkepentingan terhadap jumlah pendaki yang mendaki Semeru, Pihak Jeep, Travel Agent, Home stay, penyelenggara dan lain-lain
    (11) Petugas TN BTS sedikitpun tidak mendapat keuntungan apapun dari kegiatan ini, malahan repot karena harus lembur tanpa bayaran pada saaat seharusnya libur panjang. jika tdk ada kegiatan Avtech, petugas yang diturunkan untuk menjaga dapat melakukan sistem SHIFT, sewaktu kegiatan kemarin, petugas full team bertugas di lapangan dan mengeluarkan biaya pribadi untuk keperluan mendaki.
    (12) Pendakian hanya di buka sampai dengan Kalimati, dengan jumlah sebanyak itu, petugas tdk dapat mencegah pendaki yang mendaki ke puncak Semeru.

    sekedar meluruskan

    Rahmadana

    BalasHapus
    Balasan
    1. klik link ini untuk konfirmasi perihal pendaki reguler selain avtech http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016599070

      Hapus
    2. Terima kasih mas Rahmadana atas klarifikasinya. Bagus banget informasinya agar tidak simpang siur dan bisa dibaca orang banyak. Iya juga sih, pastinya pihak jeep berkepentingan terhadap jumlah pendaki karena berbanding lurus dengan uang yg didapat. Harapan saya dan banyak kawan pecinta lingkungan lainnya ialah pihak Avtech segera bertanggungjawab atas kebersihan di Semeru dan sisa-sisa pendakian di sepanjang jalur kegiatan. Nasi sudah menjadi bubur. Semoga ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua.

      Hapus
    3. ini kronologisnya kacau.....gak bisa di percaya

      Hapus
    4. Utk pelajaran ke dpnnya, pihak AVTECH hrs dituntut dimuka pengadilan (sbg contoh agar pihak lain jika ingin mengadakan kegiatan serupa akan berfikir lbh cerdas lg!), sedangkan yg menuntut bs dr pihak pecinta alam ataupun organisasi pemerhati lingkungan manapun jg, atau juga cukup dr perorangan yg peduli dgn hal ini.

      Hapus
    5. AVTECH hrs bergerak cepat utk membenahi hal ini atau produk2nya ada kemugkinan akan diboikot!

      Hapus
    6. dari Kerinci turut perihatin,,,,
      salam Lestari..
      http://ahmadihcan.blogspot.com/

      Hapus
    7. Berapapun Jmlahx kalo pndaki sungguhan gx mngkin Buang smpaah Sembarangan....
      betol Tidak,...!?

      Hapus
  2. waduh...ternyata banyak juga yang ikut...baru kali ini aq mendengar ada pendakian bersama hampir 2000 orang...arep gawe deso anyar nang ranu kumbolo kuwi...arjuno welirang baru2 ni ada yang tersesat belum ketemu...ABG pula...egoisme masih tinggi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru tahu mas? telat nih... hehehe...

      Hapus
    2. aq tahu iklanya di internet...tapi ga menyangka sampai ribuan gtu...pernah ikut pendakian masal sekali (100 orang) kecewa dan ga tertarik lagi...lha wong nek munggah nek kancaku dewe pecicilan utowo buang sampah ngawur aq dewe yo ga seneng...keplak ndase...wk...wk...

      Hapus
  3. alenia ke 2 mengatakan,Kami sampaikan terima kasih yang tulus kepada para peserta, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pihak Kepolisian Tumpang dan Senduro, panitia dari Malang, organisasi Kelompok Pencinta Alam se-Malang, Muspida Desa Tumpang, paguyuban jeep, para porter, masyarakat Tumpang dan Ranu Pani, dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini. Kami sadari tanpa bantuan dari pihak-pihak terkait di atas, acara ini mustahil akan terlaksana.
    waduh AVTECH menjelek2kan PA se malang ni,ank2 PA malang malah gk setuju ada acr itu eh malah d tulis membantu ckckckck AVTECH AVTECH

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkw... ayoo gegeran manehhh :D

      Hapus
    2. pas hari rabu saya di kalimati,,,kami bertemu sama 3 mapala dari malang yang di tugaskan avtech untuk memasang garis kavling camp untuk para peserta penmas

      Hapus
    3. salam lestari,
      saya berterimakasih dg penulis yg menjelaskan kondisi TNBTS.Melalui akun twit saya mengajukan PERINGATAN kpd pihak Avtech unyuk mnjelaskan kepada publik

      Hapus
    4. salam lestari,
      saya berterimakasih dg penulis yg menjelaskan kondisi TNBTS.Melalui akun twit saya mengajukan PERINGATAN kpd pihak Avtech unyuk mnjelaskan kepada publik

      Hapus
    5. salam lestari,
      saya berterimakasih dg penulis yg menjelaskan kondisi TNBTS.Melalui akun twit saya mengajukan PERINGATAN kpd pihak Avtech unyuk mnjelaskan kepada publik

      Hapus
  4. Fuck off Avtech!!!....... Geram mendengarnya

    BalasHapus
  5. Fuck off Avtech!!!....... Geram mendengarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa BRAND AVtxx yg jadi sasaran kmarahan,,,,
      th mah dasarnx Pendaki Abal2 th,,,ckckckck

      Hapus
    2. bukan masalah pendaki abal2nya
      ini masalah pembohongan publik(pembludakan peserta)
      jika peserta dibatasi jauh2 hari ga akan gini masbro.dan masalah sampah mungkin jga bisa diminimalisir
      kecewa + turut berduka cita
      /panitia kurang profesional/

      Hapus
  6. Gila yaaaaah,, ga seperti yang tergambarkan ...

    BalasHapus
  7. wah . . . baru tau kalo ada ledakan pendakian gini . .
    kayaknya semeru harus mulai menerapkan sistem kuota kaya di gede pangrango neh, , ,
    apalagi masalah sampahnya sangat disayangkan . . .
    yah . . kalo sudah terjadi bukan saatnya saling tuding, saatnya instropeksi diri, sampe kapan mau saling menyalahkan, alam sudah terlalu menderita, sadar kawan . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kalau dibikin sistem kuota kayak di Gede Pangrango :D
      Tapi jangan terlalu sedikit juga karena TNBTS memang tujuan banyak orang baik dari dalam maupun luar negeri, ya sepantasnya lah :)

      Hapus
  8. salam dari penikmat alam...
    salam kenal smua para pendaki dan pencinta alam,
    catatan yang bagus & bersipat membangun(dua jempol buat nurul),
    SIAPA yg SALAH??? AVTECH?? TNBTS?? MASYARAKAT BROMO?? PENDAKI REGULER??....
    Sepertinya bukan saatnya mencari siapa yang salah.. karena sudah terjadi, yang kita pikirkan sekarang bagaimana memperbaiki keadaan dan tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama..(YANG WARAS NGALAH)
    Setiap kejadian pasti ada pihak yang merasa diuntungkan dan yang dirugikan.
    Apa Tujuan kita naek gunung???

    Regads
    Penikmat alam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, bukan saatnya mencari siapa yg salah dan mengumbar caci maki. Toh mereka sudah didesak untuk bertanggung jawab kok. Yg penting kita bisa ambil pelajaran dari ini semua.Pokoknya jangan sampai terulang lagi.

      Hapus
    2. @outllet_kakilima tujuannya menikmati, menjaga, BELAJAR dari Alam
      dan kembali kerumah dengan selamat.

      Hapus
  9. harus tegas mengucapkan AVTECH yang danc*k

    #benSadar

    BalasHapus
    Balasan
    1. umpatan saja tidak akan bisa mengubah apapun, karena umpatan bukan kata-kata yg bijak, salam.

      Hapus
    2. umpatan mungkin jga bisa menyadarkannya. ^^

      Hapus
  10. juni-juli kemaren dirusak tim pembuatan film...kini dirusak penggiatnya,
    kayak gede pangrango??? jangan deh! kita mau naik gunung bukan mau naek haji.

    salam rimba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penggiat alam bebas sudah semakin banyak mr/mrs anonim.. sudah hukum alam kayaknya

      Hapus
  11. semoga menjadi pelajaran dan masukkan kita semua jika kita mengadakan sebuah event. Semoga Para orang-orang yang terkena dampaknya bisa berbesar hati. Teteap optimis,
    Salam Pendaki Seluruh Indonesia

    BalasHapus
  12. Ampun dah, ko bisa sebanyak gitu,, sampahnya,, itu sampahnya,-__________- parah,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. jumlah sampah berbanding lurus dengan jumlah pendaki
      makanya jangan mendaki gunung :D

      Hapus
    2. Teori Anda SALAH......
      Pendaki yang baik tidak meninggalkan sampah....
      @Mtkerinci

      Hapus
  13. Paraaah...paraah
    untung ga jadi ikut..!

    BalasHapus
  14. sekedar meluruskan ja , mkn bisa benar atau salah

    Menyikapi permasalahan ini dgn beberapa grup komunitas di FB memang semua menyalahkan pihak penyelenggara, namun kita juga harus sadar ga mesti memvonis satu sisi ja,dari rekan saya yang turun di lokasi peserta tidak saja dari AVTEk melainkan dari independent, nah disini logikanya ga mkn khan dari pihak mereka, maaf bknnya membela namun disini saya lebih ke kebersamaan , toh kita satu jiwa satu hati yang selalu erat jabat tangan topi rimba kita dikalangan sesama pendaki , dan klopun benar jadikanlah ini pelajaran yang berharga untuk kita semua, terutama dari semua pihak Taman Nasional yang harus lebih tegas dalam mencermati masalah seperti ini lagi di hari esok.jadi kesimpulannya lebih baik kita yg bekerja dari pada sebuah saling menyalahkan...

    Salam

    CMIWW

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam tulisan ini kami hanya ingin mengkritik pihak-pihak yang bersangkutan agar tidak terulang lagi di masa mendatang. Tidak ada niatan untuk menghakimi siapapun karena apa yang kami tulisa berdasarkan apa yang kami lihat dan kami dengar dari berbagai pihak. Dan kami sadar bukan saatnya mencari siapa yg salah, tapi saatnya untuk introspeksi, tidak hanya untuk penyelenggara, tapi berbagai pihak termasuk para pendaki independen agar lebih santun terhadap alam.

      Mengenai banyaknya orang yang marah atau mencaci dan sebagainya ya kita tidak bisa melarang karena itu hak mereka juga untuk mengeksresikan kekecewaan. Saya setuju jika hal ini kita jadikan pelajaran yg sangat berharga.

      Hapus
  15. boikot pendakian massal ke gunung mana pun di indonesia.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yakin? Coba pertimbangkan dulu perkataan Anda. Jangan terbawa emosi. Tidak semua pendakian massal itu berdampak negatif. Bukan acaranya, tapi pribadinya yang lebih berperan. Salam.

      Hapus
  16. Tahun 2001 ayas juga pernah kena kuota di kalimati,(pas 17 agustusan)...seingat saya podo manut kabeh ke jagawana.
    Tapi yg aneh kok yang sekarang ini bisa kotor kaya gitu?! Dan ada embel-embel judul "Bersih Gunung"...ini beneran enggak sih?! Kalo ada rekan yang ikut acara ini, tolong donk diceritain, emangnya kalian disana itu KEGIATANNYA APA AJA?

    Nggak usah ada pendakian masal, biasanya musim2 kering juli-agustus juga sudah rawan kebakaran hutan....lha ini ditambah lagi pada buang sampah sak'enak dengkul'e!

    Matur nuwus mbak Nurul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di group fb ada sih yang cerita mengenai jalannya kegiatan karena dia sendiri peserta avtech, tapi nggak saya cantumkan, nanti terkesan saya memojokkan pihak-pihak tertentu :)
      salam

      Hapus
  17. Kebetulan kelompok PA sy nanjak Semeru di bulan Oktober kemaren.. sangat menyayangkan Rakum jadi bertebaran sampah ky gt :(. Semoga ada tindak lanjut dari pihak2 yang bertanggung jawab.
    Kemarin aja kita bawa sampah sampai di Ranu Pani ditanyain ama bule2, setelah mereka tau bahwa itu sampah, mereka sangat appreciate & respect..

    Mari lestarikan alam untuk kita dan generasi setelah kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya seneng banget kalau ada pendaki yg mau nggembol sampahnya turun, dan memang sudah seharusnya begitu :)
      semangaatt!!

      Hapus
  18. izin tag teh...
    :)
    #salam lestari

    BalasHapus
  19. izin tag teh...
    :)
    #salam lestari

    BalasHapus
  20. ijin share ya mba'..
    :)

    Thank's
    #salam

    BalasHapus
  21. Percuma qt marah2, toh smua'y dah terjadi.
    Pihak penyelenggara sdah siap bertanggung jawab, tinggal qt tnggu hasil evaluasi'y.
    Mendaki gunung mengajarkan qt untk menghargai alam n jga sesama.
    Buat mbak Nurul, ctatan'y sngat brmanfaat.

    Salam Rimba,

    Lestari Selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupp benar sekali, marah2 yang ga jelas itu ga bagus buat pertumbuhan #eh
      setelah ini kita mesti banyak berbenah, termasuk membenahi sikap kita sendiri :)
      salam

      Hapus
  22. Assalamualaikaum,

    Keren bener tulisannya, ikut ikutan meluruskan akh
    kebetulan saya peserta san sedikit banyak tau tentang kejadian di balik layar pendakian masal ini..

    kalo saya boleh berpendapat, menurut saya bukan pihak TNBTS, AVTECH, atau Tukang Jeep yang 100% salah, tetapi kesalahan terbesar adalah dari pesertanya itu sendiri, kesadaran terhadap kondisi lingkungan nya ga ada, yg di pikirkan hanya bagaimana mendapatkan kesenangan pribadi, jika memang kita penggiat alam bebas maka kita harus menyadari kewajiban kita terhadap kondisi lingkungan, sampah bawa pulang, bekas ber*k di kubur masing masing, jaga kondisi ranu kumbolo, patuhi aturan pihak TNBTS (pendakian tidak boleh sampai mahameru), de el el

    esensi dari penggiat alam bebas itu sudah mulai pudar di kalahkan dengan prestise karena telah menaklukan puncak tertinggi di jawa, padahal mereka tidak sadar bahwa ketika kita mendaki yang perlu di taklukan adalah egoisme dan keangkuhan diri bukan gunung itu sendiri.

    akhir kata
    puncak gunung bukan tujuan
    tapi konservasi yg menjadi tujuan

    going up is optional
    but going down is mandatory

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam wr wb.

      Saya setuju bahwa individu harus jadi sorotan juga karena nggak semua pendaki sadar akan kebersihan lingkungan dan punya tanggung jawab untuk membuatnya tetap bersih.
      Meskipun begitu Avtech juga punya andil besar dalam hal ini setelah mereka membawa 1600-an pendaki ke TNBTS,, juga pihak2 lain seperti pihak TNBTS, paguyuban jeep, ddl. Hal ini saling berkait. Yang penting sekarang semeru sudah ditutup untuk pemulihan ekosistem dan semoga ini jadi pelajaran buat pendaki-pendaki agar tak buang sampah sembarangan.

      Terima kasih sudah mampir :)
      Salam

      Hapus
  23. saya rasa semua kembali kepada diri pendaki masing masing kalo ajah setiap pendaki sadar dengan sampah nya masing masing ... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Susah kalau jawaban dari setiap maslah adalah "kembali ke diri pendaki masing2".

      Hapus
  24. Utk pelajaran ke dpnnya, pihak AVTECH hrs dituntut dimuka pengadilan (sbg contoh agar pihak lain jika ingin mengadakan kegiatan serupa akan berfikir lbh cerdas lg!), sedangkan yg menuntut bs dr pihak pecinta alam ataupun organisasi pemerhati lingkungan manapun jg, atau juga cukup dr perorangan yg peduli dgn hal ini.

    BalasHapus
  25. AVTECH hrs bergerak cepat utk membenahi hal ini atau produk2nya ada kemugkinan akan diboikot!

    BalasHapus
  26. setelah saya ikut Jambore Avtech tersebut yang bertema aksi bersih itu, cara terbaik untuk tidak mengotori lingkungan adalah dengan tidak mengunjungi semeru secara rombongan besar-besaran..haha.

    BalasHapus
  27. kemarin sempat kecewa karena gk Jadi ikut Pendakian Bareng.. sekarang lebih kecewa karena RanuKumbolo jadi kotor karena kebanyakan pendaki...
    menurut saya :
    kesalahan PENDAKI : apa mereka gak tau kode etik pecinta alam "leave nothing but footprints"?
    kesalahan Penyelenggara (AVTECH) : 1600 orang???? what a Crazy..
    kesalahan TN BTS : gak tegas dan .. (When Money Talks)

    #saveRanuKumbolo

    BalasHapus
  28. jadikan bahan pelajaran...
    karena pecinta alam bukan hanya mendaki gunung atau olahraga yang bersifat outdoor saja... tapi bagaimana kita menghargai alam dan melestarikannya....

    BalasHapus
  29. kalau saya berharap dan berdoa jangan saampeee alam melakukan tugasnya,kita yang berbuat kita juga yang harus bertanggung jawab. kalau sampe alam melakukan tugasnya untuk membereskan ini semua mungkin Pulau Jawa bisa merem-melek diguncang Mahameru. Kemegahan Mahameru mulai terusik,sekarang tinggal kita memperbaikinya.
    IJIN SHARE YA MBA,NICE POST !!

    BalasHapus
  30. Membaca kronologis dari sdr/i silva ramadan terutama point 4,5,6 dan 7...hal klasik yang dialamin senior di TN..terutama TN yang jadi favorit pendakian. jika nanti pihak PHKA / Kemenhut "galak", maka muncullah aksi solidaritas menentang kebijakan Kemenhut.

    saya pikir selama ini yang sering mengancam hanya bandar illegal logging (pengalaman aja) ternyata?. yang saya gak habis pikir perjanjian di quota 600 orang kenapa 2000 peserta jadinya.

    bukan berarti Kemenhut anti / benci adanya pendakian massal, tetapi masalah ekosistem yang mereka khawatirkan. satu sisi dituntuk agar lestari satu sisi dijepit dari kasus sperti ini.

    terkadang yang "anak gunung" sendiri tidak pernah (tidak mau) peduli bagaimana "tekanan" yang dihadapi TN, saya datang, bayar retribusi simaksi, saya mendaki, puncak, pulang, selesai.

    opini pribadi dan pengamatan saya selama ini. saya bukanlah PNS Kemenhut hanya kebetulan kuliah di kehutanan saja.

    hilangkan label pecinta alam kalau mental anda belum siap.

    BalasHapus
  31. saran buat tnbts
    dulu di era kepemimpinan mas glemboh dan sebelumnya, para pendaki harus bongkar karier untuk itung plastik dll (yang berpeluang menjadi samapah) yg akan di bawa naik.. setelah turun bongkar karier lagi buat itung hal yang sama...
    dengan catatan pendaki tidak membludak seperti saat acara avtech itu sangat efisien
    beberapa tahun belakangan kumbolo dah kayak tps aja.. senar pancing ruwet di dalam telaga dsb...
    semoga mbah Cip (kalo gak salah sekarang kepala wiayah situ)sempet baca ini ya.. :D
    salam lestari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan mas Atas Angin ini...
      Dulu kami ke Mahameru juga diperiksa dan dicatat bawaannya dari brangkat hingga pulang....
      Trus petugas TNBTS juga rajin patroli dari pane ke kumbolo, so bersih banget tuh gunung....
      Masalahnya dengan peserta tak terkendali kayak gini, apa mgkn melakukan pengawasan kayak gitu ?
      Belum lagi banyak penikmat alam yg bukan pecinta alam, artinya cuma mo muncak doang, ga peduli prosesnya....

      Hapus
    2. Sori pake anonim, yg atas ini aku Hono Argo dari Semarang

      Hapus
    3. Kalau orangnya (pendaki) jumlahnya sedikit biasanya dicek dan dicatat apa-apa saja (yg berpeluang jadi sampah) yg dibawa. Tapi kalau orangnya banyak itu sulit sekali diterapkan dan dilakukan pengecekan saat udah turun.
      Mas Hono Argo,, soalnya mendaki gunung sekarang nggak cuma dilakukan sama anak-anak pecinta alam. Ya sebenarnya nggak papa sih, asalkan ngerti dan patuh kode etiknya. Salam

      Hapus
  32. Wah..Klarifikasi yang bagus...mohon Ijin capas ya Mba nurul....Pukulan keras buat AVTECH di penghujung 2012

    BalasHapus
  33. miris mendengarnya, pada awalnya saya juga kaget ketika mendengar ada >1500 orang pendaki, ketika saya bercerita di gerbong kereta, saat itu 13 November gerbong kereta penuh sesak dengan para pendaki dengan tas carrier, awalnya saya pun ingin sekali ikut, tapi saya harus pulang.

    benar-benar prihatin dengan keadaan ini, semoga dijadikan pelajaran bagi para penyelenggara event mendatang. konsistenlah dengan proposal yang diajukan. kalian mengatasnamakan pencinta alam, apakah inilah hasil yang ditinggalkan pencinta alam?

    BalasHapus
  34. Apa yang hendak dicari di kerucut bagian bumi yang mengecil??
    Sebuah perjalanan ke titik bagian bumi adalah untuk mengerti..
    Entah untuk mengerti akan kebersamaan, akan rasa,arti kekecilan, kebesarannya sekaligus dan lain sebagainya..
    Yang riung, yang berhimpun pada satu naung..
    Yang tercenung, yang tersepuh pada satu lembayung..

    BalasHapus
  35. ini harus jadi pelajaran penting untuk para pecinta alam maupun penikmat alam,
    jangan lagi adakan kegiatan yg mengatasnamakan produk yg berimbas pada kesan komersil pada kegiatan pendakian.
    yang ditakutkan adalah akan diikuti oleh para pemilik produk-produk yg ada diindonesia dan akan berakibat sama seperti apa yg terjadi baru-baru ini di semeru.
    supaya jangan yang lain diuntungkan sedangkan yg lain direpotkan dan dirugikan..
    saya berada disana saat itu (tapi bukan bagian dari avtech) dan saya merasakan kurang nyamannya dengan keberadaan mereka yg memblock beberapa tempat seperti kalimati untuk kegiatan mereka, begitu juga sulitnya mencari kendaraan pulang karena semua jeep n truck sudah di booking,,
    harus jujur bahwa kegiatan kemarin itu hanya menguntungkan sebagian orang dan merugikan yg lainnya..
    salam .. (Bali Independent Adventure)

    BalasHapus
  36. wooooah...seru..yg nyewain WC umum panitya kah..atau ada pruduct baru dari Avitech WC jinjing?
    luar biasa Endonesaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...!

    BalasHapus
  37. ijin nge-tag ya mba :)

    makasi salam

    BalasHapus
  38. pembatasan kuota pendakian HARUS benar benar di berlakukan

    tingkat kesadaran masyarakat kita masih kurang mbak, ijin ngeshare ya

    salam Rimba

    BalasHapus
  39. Muchsin Hidayat, Lantas Sembodo, Didik Dwi Januarianto, Djoko Pramono, Wengky Edwin Nahumury, Pangat, Djoko Pitik, Awun, AgustinSabtu, 01 Desember, 2012

    kami (muchsin hidayat, lantas sembodo, didik dwi januarianto, djoko pramono, wengky edwin nahumury, pangat, djoko ptik, awun, agustin) sebagai pemerhati lingkungan hidup dengan ini menyatakan bahwa kegiatan Avtech jika kita pandang dari segi positifnya, ternyata merupakan suatu rekor yang tersendiri dengan dapat mendatangkan pendaki ke Ranu Kumbolo lebih dari 2800 orang dengan membawa serta icon petualang seperti Herman lantang dll.
    Memang harus kita akui bahwa dalam setiap aktifitas pasti ada pro dan kontra dan disini kita tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi yang jelas pasca kegiatan yang berjudul bersih-bersih gunung malahan meninggalkan sampah yang menggunung, tapi dari pihak Avtech telah konsisten dengan melakukan pembersihan yang dibantu oleh pihak porter sedangkan dari pihak panitia sudah ngibrit tidak ketahuan kemananya.
    Tim kecil kita berusaha untuk ikut membantu memantau pasca kegiatan tersebut dengan datang ke lokasi pada tanggal 28 Nopember 2012, tapi ternyata pihak Avtech tidak ada satu orangpun, sedangkan sampah masih menumpuk di sekitar lokasi Ranu Kumbolo, maka dengan ini kami sebagai pemerhati lingkungan mengetuk pihak Avtech untuk secepatnya memenuhi janji yang sudah dipublikasikan bahwa Avtech bertanggung jawab untuk mem"bersih"kan sampah bekas kegiatan.
    Karena yang kita kawatirkan yaitu akan adanya kegiatan lain pada tanggal 7-8 Desember, yang akan diadakan di sekitar Ranu Pane (???), kalau itu terlaksana bukankah sampah itu akan saling menumpuk dan akan saling cuci tangan serta akan terjadi saling tuding dan caci maki.
    Maka kita sebagai pemerhati lingkungan berusaha untuk membantu sebagai pemantau pelaksanaan "janji" Avtech tersebut, maaf kita bukan merupakan pahlawan yang kesiangan tapi karena ini timbul dari hati nurani kita masing2 tanpa adanya pamrih sama sekali, kita tunggu aja kelanjutan dari janji Avtech dalam waktu secepatnya. Salam lestari.

    BalasHapus
  40. saya percaya pasti sisa2 sampah di semeru sana pasti akan bersih sesuai dgn janjinya !

    BalasHapus
  41. Info tgl 3 des sdh bersih . Thanks kepada semua yg sdh terlibat dalam pembersihan dimaksud.

    BalasHapus
  42. Info tgl 3 des sdh bersih . Thanks kepada semua yg sdh terlibat dalam pembersihan dimaksud.

    BalasHapus
  43. Info tgl 3 des sdh bersih . Thanks kepada semua yg sdh terlibat dalam pembersihan dimaksud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sippp... thanks infonya :)
      sesuatu banget kalau Rakum bersih

      Hapus
    2. 7 sampai 8 desember ada kegiatan Semeru Green Conservation Camp 2012(SG2C), di Ranupani dan sekitarnya (tidak mengarah ke Jalur Pendakian Semeru). SG2C adalah kegiatan pendidikan konservasi bagi Mapala, OPA dan PPA (pelajar). Target Peserta 30 TIM (anggota Tim 3 orang). goalnya adalah memberi pemahaman yang baik tentang usaha konservasi untuk mengatasi masalah global.

      Hapus
  44. penasaran apa sih enaknya naek gunung

    BalasHapus
  45. Kata nya dah bersih mulus dan menyenangkan kembali yaaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. paha cherrybelle kali yang mulus....terulang kembali saat ada syuting 5 CM, dan dampak setelah pemutaran perdananya terulang lagi dengan membldaknya pendaki dadakan..

      Hapus
  46. Ngawur tok wis .. :-D

    Kelingan sesuatu ^_^

    BalasHapus
  47. Pendaki karbitan tuh .. kalau pendaki sejati pasti cinta alam gak akan mengotori alam

    BalasHapus
  48. Produk dijamin asli orginal.Natalia Shop : Barang yang Kami Tawarkan Semuanya Barang ASLI ORGINAL Ada Garansi Resmi Distributor dan Garansi TAM 2 bebas resiko bebas penipuan.Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.BERMINAT HUB-SMS: 0857-1721-2287 ATAU KLIK WEBSET RESMI KAMI http://natalia-shop7.blogspot.com/Ready Stock! BlackBerry 9380 Orlando - Black.Rp.900.000,-Ready Stock! BlackBerry Curve 8520 Gemini.Rp.500.000,-Ready Stock! BlackBerry Bold 9780 Onyx 2.Rp.800.000,-Ready Stock! Blackberry Curve 9320.Rp.700.000,-Ready Stock! Samsung Galaxy Note 10.1.Rp.2,500.000.Ready Stock! Samsung Galaxy Tab 2 (7.0).Rp. 1.000.000Ready Stock! Samsung Galaxy S III Mini.Rp.1.800.000.Ready Stock! Samsung Galaxy Nexus I9250 - Titanium Si.Rp.1.500.000,-Ready Stock! Samsung Galaxy Note N7100.Rp.2.500.000.Ready Stock! Samsung Galaxy Note N7000 - Pink.Rp.1.700.000.Ready Stock! Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White.Rp.500.000,-Ready Stock! Nokia Lumia 800 - Matt Black.Rp.1.700.000,-Ready Stock! Nokia Lumia-710-whiteRp. 900.000,-Ready Stock! Nokia C2-06 Touch & Type -Dual GSM-Rp.450.000,-Ready Stock! Nokia Lumia 710 - Black.Rp. 900.000,-Ready Stock! Apple iPhone 4S 16GB (dari XL) - Black.Rp.1.200.000,-Ready Stock! Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel).Rp.1.200.000,-Ready Stock! Apple iPod Touch 4 Gen 8GB.Rp.700.000.Ready Stock! APPLE iPod Nano 8GB - Pink.Rp.500.000,-Ready Stock! Acer Aspire 4755G Core i5 2430 Linux Blue.Rp 1.700.000.Ready Stock! Acer Aspire One AOD270 10.1.-Rp. 1.000.000,-Ready Stock! Acer TravelMate TM8481-2462G32.Rp. 1.400.000Ready Stock! Acer ICONIA Tab W500 10.1" Tablets Notebook.Rp. 1.100.000,-Ready Stock! Nikon D7000 kit 18-105mm.Rp.1.700.000.Ready Stock! Nikon D90 Kit 18-105mm Vr.Rp 1.300.000.Ready Stock! Nikon Coolpix L 120 Red.Rp. 900.000Ready Stock! Nikon Coolpix P 500 Black.Rp 1.000.000.

    BalasHapus
  49. Kok aku sebel sendiri ya kak ngeliatnya :( kasian gunungnya,

    BalasHapus
  50. nunggu kabar lanjutan di ranu kumbolo untuk pergantian tahun kali ini,mudah-mudahan gak terjadi lagi hal-hal seperti post penulis.
    karena dengar2 banyak kegiatan massal di ranu kumbolo untuk pergantian tahun ini.

    BalasHapus